Prospek resesi juga baru-baru ini membebani harga minyak. Inflasi harga konsumen Inggris melonjak menjadi 10,1 persen pada Juli, tertinggi sejak Februari 1982, mengintensifkan tekanan pada rumah tangga, dan mendorong harga minyak lebih rendah pada pagi hari.
"Ada risiko penurunan yang meningkat sebagai akibat dari prospek pertumbuhan dan ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar pembatasan COVID China," kata Craig Erlam dari broker OANDA.
Eksodus peserta, terutama hedge fund dan spekulan, telah membuat perubahan harga harian jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
Di sisi pasokan minyak, pasar sedang menunggu perkembangan dari pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia, yang pada akhirnya dapat mengarah pada peningkatan ekspor minyak Iran.
(Feby Novalius)