5 Fakta RAPBN 2023 dari Pertumbuhan Ekonomi sampai Kenaikan ICP

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Senin 22 Agustus 2022 04:32 WIB
Presiden Jokowi sampaikan pidato nota keuangan (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan pidato nota keuangan 2023 pada 16 Agustus 2023. Dalam pidatonya, Jokowi merincikan asumsi dasar ekonomi makro di nota keuangan 2023.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga harga minyak mentah Indonesia (ICP). Berikut adalah fakta mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 yang dirangkum Senin (22/8/2022).

1. Pertumbuhan ekonomi

Jokowi mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian nasional terkini, agenda pembangunan yang dicapai, serta potensi risiko dan tantangan yang di hadapi, maka asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan penyusunan RAPBN 2023 adalah sebagai berikut.

"Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3%. Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional," ujarnya, 

2. Inflasi

Dalam pidato tersebut, pemerintah juga mengasumsikan laju inflasi pada kisaran 2% hingga 4%.

3. Nilai tukar dan bunga SUN

Rata-rata nilai tukar Rupiah diperkirakan bergerak di sekitar Rp14.750 per US Dollar dan rata-rata suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diprediksi pada level 7,85%.

4. ICP

Ekonomi dunia di 2023 diprediksi gelap. Hal ini mendorong asumsi harga minyak mentah indonesia (ICP) tahun depan meningkat drastis.

"Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada USD90 per barel," ujar Presiden Jokowi.

5. Lifting migas

Di sisi lain, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660 ribu barel per hari dan 1,05 juta barel setara minyak per hari.

Jokowi mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan dinamika perekonomian nasional terkini, agenda pembangunan yang akan dicapai, serta potensi risiko dan tantangan yang dihadapi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya