Apabila satu truk dengan kapasitas tangki 100 liter, maka keuntungan diperoleh truk zombie bisa mencapai Rp500.000 dalam sekali antre di SPBU.
"Truk-truk zombie ini kayak film Resident Evil. Kalau film Resident Evil itu manusia jadi zombie, kalau ini truk yang jadi zombie datang ke SPBU satunya lagi, isi lagi dapat lagi Rp500 ribu, akhirnya satu hari mereka rata-rata mengantongi Rp1 juta," kata Maman.
Solar subsidi yang ada di penampungan, kemudian dijual kepada nelayan dengan harga Rp12.000 sampai Rp13.000 per liter.
Menurut Maman, nelayan seharusnya mendapatkan Solar subsidi, tetapi faktanya karena nelayan membutuhkan rekomendasi dari institusi setempat akhirnya mau tidak mau mereka harus membeli Solar subsidi dengan harga mahal.
Selain dijual kepada nelayan, Solar subsidi dari para penampung juga dijual kepada para penambang dan pabrik-pabrik dengan harga Rp18.000 sampai Rp20.000 per liter.
Maman meminta agar pemerintah mengubah skema penyaluran subsidi BBM dari subsidi produk menjadi subsidi langsung melalui bantuan langsung tunai supaya tepat sasaran.
Menurutnya, subsidi energi Rp502 triliun adalah angka yang besar mengingat APBN hanya sekitar Rp3.000 triliun.
"Kami dorong hari ini adalah mengubah metode subsidi yang tadinya subsidi langsung kepada produk diubah langsung kepada masyarakat. Kita berikan masyarakat kemampuan untuk membeli BBM dan membeli elpiji," pungkas Maman.
(Feby Novalius)