Pemerintah Dinilai Harus Berani Naikkan Harga BBM

Antara, Jurnalis
Rabu 24 Agustus 2022 15:24 WIB
Pemerintah Harus Berani Naikkan Harga BBM. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mendorong pemerintah untuk berani menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut karena disparitas harga yang sangat tinggi antara BBM subsidi dengan BBM industri.

"Adanya disparitas harga antara BBM subsidi dengan BBM industri semakin menambah bandit. Pemerintah harus berani untuk mendorong penyesuaian harga BBM," ujarnya, dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Maman mengatakan penyesuaian harga BBM itu dapat dilakukan dengan menaikkan harga BBM subsidi atau menurunkan harga BBM industri, sehingga disparitas harga kedua jenis BBM tersebut tidak terlampau jauh.

Baca Juga: Erick Thohir Blakblakan Soal Rencana Impor Minyak Mentah

Saat ini harga BBM subsidi jenis Solar hanya dijual Rp5.150 per liter, sedangkan Solar industri mencapai Rp21.500 per liter. Artinya, ada selisih harga Rp16.350 per liter.

Maman mengungkapkan kondisi di daerah yang banyak antrean truk mengisi Solar di SPBU. Menurutnya, truk-truk itu adalah kendaraan yang tangkinya sudah dimanipulasi yang bisanya kapasitas BBM maksimal satu truk adalah 100 liter diubah menjadi 200 liter bahkan 300 liter.

Banyak sekali truk antre di SPBU, itu truk-truk siluman, truk zombie yang tiba-tiba muncul. Dulu truk rusak langsung hidup, jalan seperti zombie di pinggir SPBU antre puluhan (truk)," ungkap Maman.

Baca Juga: Harga Pertalite Bakal Naik Jadi Rp10.000, Jokowi: Semua Diputuskan Hati-Hati

Lebih lanjut dia menyampaikan truk yang telah mendapatkan Solar subsidi kemudian dijual kepada penampung yang dibekingi oleh oknum aparat di daerah.

Harga Solar subsidi Rp5.150 per liter dihargai para penampung sekitar Rp9.000 sampai Rp10.000 per liter, maka keuntungan yang diperoleh kurang lebih Rp4.000 sampai Rp5.000 per liter.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya