JAKARTA - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bukukan rugi meski pendapatan naik. DEWA mencatatkan pendapatan sebanyak USD193,88 juta atau meningkat 26,8% dari semester I-2021 yang berjumlah USD152,91 juta. Selain itu, DEWA juga mencatatkan rugi periode berjalan di semester I-2022 sebanyak USD8,15 juta, berbanding terbalik dari laba periode berjalan pada semester I-2021 dengan raihan USD1,51 juta.
DEWA membukukan beban pokok pendapatan senilai USD189,22 juta, lebih besar hampir 38% dari semester pertama tahun lalu yang sebanyak USD137,15 juta. Alhasil, laba bruto DEWA menyusut jadi USD4,66 juta, di mana pada semester I-2021 jumlahnya USD15,76 juta.
Selain itu, emiten Grup Bakrie ini membukukan laba selisih kurs neto USD5,6 juta, penghasilan bunga USD158.306, beban umum dan administrasi USD7,82 juta, beban pajak USD1,42 juta, lain-lain neto USD80.072. Dengan demikian, beban lain-lain neto sebesar USD3,4 juta.
Laba usaha perseroan menyusut jadi USD1,26 juta. Padahal, pada semester I-2021, jumlahnya USD6,87 juta. Beban keuangan pada semester I-2022 mencapai USD8,91 juta, naik dari enam bulan pertama tahun lalu yang sebanyak USD5,12 juta.
Darma Henwa membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai USD8,15 juta. Pada semester I-2021, DEWA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD1,51 juta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)