BEKASI - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada harga cabai di pasar tradisional.
Buntutnya, para pembeli khususnya ibu rumah tangga harus mengurangi porsi pembelian guna memutar pengeluaran harian.
Salah satu pembeli cabai, bernama Akbar mengaku keberatan dengan harga cabai yang dibanderol saat ini.
Pasalnya, keseharian dia memerlukan cabai sebagai bahan baku menu masakan keluarganya.
BACA JUGA:Ketika Sri Mulyani Tantang 100 Ekonom Hitung Subsidi BBM di 2023
"Harganya jangan mahal-mahal. Jadi pusing nih yang membeli. Kalau bisa diturunin. Kasian pedagangnya juga," ujarnya saat ditemui MNC Portal Indonesia di Pasar Tambun, Bekasi, Rabu (7/9/2022).
Ibu rumah tangga itu mengaku, biasanya membeli beberapa jenis cabai masing-masing seberat 1 kg.
Namun, semenjak harganya meroket, dia hanya bisa membeli secukupnya saja karena keterbatasan anggaran belanja.
"Saya beli cabai tuh biasanya sekilo-sekilo. Tapi sekarang karena mahal jadi cuma bisa beli setengah atau seperempat," katanya.