Jika mereka belum diterima bekerja saat ini, maka job fair ini berfungsi sebagai jendela informasi bagi mereka terkait perkembangan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja.
"Sehingga mereka dapat meng-upgrade kemampuan diri, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi," ucapnya.
Ida memahami bahwa mencari kerja, bukanlah perkara mudah di masa pemulihan ekonomi saat ini.
Peluang maupun kesempatan kerja pun tak sesemarak sebelum pandemi Covid-19.
"Saya berharap melalui Global Job Fair yang mempertemukan antara pemberi kerja dan pencari kerja ini, dapat mengurangi pengangguran dengan adanya 15.000 kesempatan kerja," bebernya.
Kepada perusahaan, Ida juga berpesan agar memanfaatkan acara Job Fair ini sebaik-baiknya.
"Lakukan proses rekruitmen pegawai secara adil, fair, dan transparan, karena hal ini akan meningkatkan value perusahaan anda juga di mata masyarakat," jelasnya.
Pemerintah, lanjutnya, memberikan apresiasi kepada stakeholder yang berkolaborasi kepada pemerintah dalam memberikan pelayanan ketenagakerjaan seperti Job Fair ini, karena hal ini menunjukkan swasta dan pemerintah tak bisa bekerja sendiri-sendiri.
"Pemerintah merasa senang, bahkan mengundang perusahaan selain PT Screening, yang memiliki semangat sama dengan pemerintah, memfasilitasi pelayanan ketenagakerjaan kepada masyarakat," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)