JAKARTA - Produsen alat kebersihan yang baru sebulan melantai di bursa, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) mencetak penjualan bersih senilai Rp3,06 miliar.
Realisasi itu tumbuh 114,99% year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu senilai Rp1,42 miliar.
Pasar lokal mendominasi penjualan KLIN sebesar Rp2,82 miliar, sedangkan ekspor membukukan cuan Rp240,34 juta.
Lonjakan penjualan mendongkrak beban pokok KLIN sebanyak 111,07% yoy dengan nilai total Rp2,03 miliar, yang sebagian besar berasal dari biaya persediaan bahan baku dikutip dari laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/9/2022).
BACA JUGA:Black Diamond Resources (COAL) Melantai di Bursa Hari Ini
Ongkos pemasaran KLIN juga meningkat yang mayoritas diserap oleh beban angkut penjualan, kendati seluruhnya masih di kisaran Rp50 juta.
Sedangkan dari sisi biaya umum-administrasi, pos pengeluaran terbesar datang dari gaji plus THR yang mencapai total Rp424,12 juta.
Setelah perhitungan pajak, maka KLIN meraih laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp157,58 juta, alias melejit 372,79% yoy dibandingkan paruh pertama tahun lalu di angka Rp33,32 miliar.
Performa itu berdampak terhadap laba bersih per saham KLIN yang mencapai Rp0,685.
Neraca KLIN di semester pertama tahun ini menunjukkan ada kenaikan total aset sebesar 12,01% mencapai Rp27,11 miliar, dari akhir 2021 sebanyak Rp24,20 miliar.
Jumlah kewajiban pembayaran menyusut 7,50% menjadi Rp12,32 miliar, sedangkan modal/ekuitas melejit 35,90% dari akhir tahun lalu menjadi Rp14,79 miliar.
Hingga Juni 2022, KLIN mengenggam kas dari aktivitas operasi sebesar Rp90,29 juta.
Adapun perseroan mengeluarkan kas sebanyak Rp2,82 miliar untuk investasi, dengan perolehan pendanaan sebesar Rp2,93 miliar. Sehingga, total kas dan bank akhir tahun mencapai Rp301,62 juta.
(Zuhirna Wulan Dilla)