Setelah perhitungan pajak, maka KLIN meraih laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp157,58 juta, alias melejit 372,79% yoy dibandingkan paruh pertama tahun lalu di angka Rp33,32 miliar.
Performa itu berdampak terhadap laba bersih per saham KLIN yang mencapai Rp0,685.
Neraca KLIN di semester pertama tahun ini menunjukkan ada kenaikan total aset sebesar 12,01% mencapai Rp27,11 miliar, dari akhir 2021 sebanyak Rp24,20 miliar.
Jumlah kewajiban pembayaran menyusut 7,50% menjadi Rp12,32 miliar, sedangkan modal/ekuitas melejit 35,90% dari akhir tahun lalu menjadi Rp14,79 miliar.
Hingga Juni 2022, KLIN mengenggam kas dari aktivitas operasi sebesar Rp90,29 juta.
Adapun perseroan mengeluarkan kas sebanyak Rp2,82 miliar untuk investasi, dengan perolehan pendanaan sebesar Rp2,93 miliar. Sehingga, total kas dan bank akhir tahun mencapai Rp301,62 juta.
(Zuhirna Wulan Dilla)