JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) buka suara terkait penurunan harga logam timah yang berlangsung secara signifikan belakangan ini mencapai 50%.
Diketahui, harga jual timah acuan London Metal Exchange (LME) saat ini berada di kisaran USD21.000 per metrik ton (MT), setelah sempat melejit di semester pertama hingga USD41.000 per MT.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani, mengatakan terdapat faktor sentimen global yang menjadi sebab penurunan harga.
"Belum berakhirnya lockdown di China, perang Rusia-Ukraina, dan kebijakan suku bunga Fed cukup mempengaruhi demand yang melambat di semester kedua," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani, dalam Public Expose, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Harga Logam Timah Diprediksi Tembus USD25 Ribu/MT Ditopang Mobil Listrik
Untuk mengantisipasi dampak penurunan harga terhadap kinerja keuangan, perseroan melakukan hedging atau strategi lindung nilai dengan mengoptimalkan penjualan yang bersifat jangka panjang.
Fina menyebut strategi efisiensi juga bakal terus digenjot sembari memacu pendapatan non-pertimahan dari anak usaha.
"Kami proyeksikan kontribusi anak usaha jauh lebib tinggi di tahun 2022 jika dibandingkan tahun sebelumnya," tandasnya.
Seperti diketahui, produksi logam timah TINS pada paruh pertama tahun 2022 merosot sebesar 26% menjadi 8.805 MT dari periode sama tahun lalu sebanyak 11.915 MT.
Adapun penjualan logam timah tercatat ikut melemah menjadi 9.942 MT atau turun sebesar 21% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 12.523 MT
(Zuhirna Wulan Dilla)