"Itu lebih aman, bisa digunakan untuk transaksi nontunai, dapat bunga atau bagi hasil. Bisa di celengan dulu tapi setiap bulan disetorkan (ke bank). Kalau ini kan dua tahun jadi terlambat teridentifikasi," ucapnya.
Adapun pemilik uang, Samin begitu bersyukur karena sudah dibantu oleh BI untuk mengidentifikasi uangnya.
"Membantu menyusun serpihan uang saya, dan ini akhirnya bisa ditukar maksimal," katanya.
Dia pun juga mengajak seluruh pihak agar lebih cinta, bangga, dan paham rupiah salah satunya dengan menjaganya lebih baik lagi.
"Jangan nabung di omplong. Ini hasil saya dua tahun menabung, ngojek anak-anak (siswa) dapat Rp5.000-10.000 langsung saya masukkan ke celengan," cetusnya.
Sebagai informasi, uang tabungannya juga berasal dari hasil istrinya yang berjualan di kantin sekolah.
Di mana uang tabungan tersebut akan digunakan untuk menunaikan ibadah haji bersama istri dan dua anaknya.
Namun, uang di dalam celengan yang rusak akibat rayap diperkirakan sekitar Rp50 juta.
Sedangkan uang yang disimpan dalam celengan lain sebesar Rp49,8 juta dalam kondisi aman.
(Zuhirna Wulan Dilla)