7 Proyek Smelter Terhambat, Bagaimana Nasibnya?

Rizky Fauzan, Jurnalis
Jum'at 16 September 2022 08:56 WIB
Ilustrasi proyek. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan terdapat tujuh proyek pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral logam atau smelter bauksit yang mengalami kendala serius hingga tahun ini.

Laporan tersebut muncul berbarengan dengan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan penghentian ekspor bauksit pada Juni 2023.

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ing Tri Winarno mengatakan bahwasanya masih terdapat sejumlah isu seperti perizinan, pengadaan lahan, kepastian pasokan listrik hingga pembiayaan yang membuat sebagian proyek pembangunan smelter molor dari target yang ditetapkan.

 BACA JUGA:Adaro Minerals (ADMR) Bangun Smelter Habiskan Rp16,3 Triliun

“Terutama industri bauksit ada tujuh yang mengalami keterlambatan dalam pembangunan smelternya,” kata Tri dalam Webinar Hilirisasi Mineral Kementerian ESDM, Kamis (15/9/2022).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Kementerian Investasi per Juni 2022, baru terdapat tiga smelter yang beroperasi dengan kapasitas input bijih bauksit secara keseluruhan 36,9 juta ton.

Ketiga smelter itu di antaranya milik PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas output 300.000 chemical grade alumina (CGA), PT Well Harvest Winning dengan kapasitas output 1 juta smelter grade alumina (SGA) dan PT Inalum dengan kapasitas output 250.000 aluminium ingot dan billet.

Sementara itu, Kementerian Investasi mencatat terdapat 11 smelter bauksit dengan keluaran SGA yang masih tahap pengerjaan dan 1 pabrik pengolahan dan pemurnian bauksit dalam tahap konstruksi dengan keluaran CGA.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya