JAKARTA - Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan aktivitas ekonomi di Eropa akan melambat secara substansial dalam beberapa bulan mendatang.
Dikutip Antara, Presiden ECB menyebut itu terjadi karena meroketnya harga-harga, penurunan daya beli dan ketidakpastian secara keseluruhan.
"Kami berharap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut selama beberapa pertemuan berikutnya, guna meredam permintaan dan menjaga risiko pergeseran ekspektasi inflasi yang terus-menerus," ujarnya dikutip Selasa (27/9/2022).
"Keputusan suku bunga kebijakan kami di masa depan akan terus bergantung pada data dan mengikuti pendekatan pertemuan demi pertemuan," tambahnya.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Melambat pada 2023, Ini Penyebabnya
Adapun ekonomi kawasan euro tumbuh sebesar 0,8% pada kuartal kedua 2022.
Lagarde menjelaskan, terutama karena belanja konsumen yang kuat untuk jasa-jasa saat ekonomi dibuka kembali.
Namun, pertumbuhan diperkirakan akan melambat secara substansial. Hal ini terutama disebabkan oleh inflasi yang tinggi, permintaan jasa-jasa yang lebih lambat, permintaan global yang melemah, dan persyaratan perdagangan yang memburuk.
Serta turunnya kepercayaan rumah tangga dan bisnis karena tingkat ketidakpastian yang tinggi juga menjadi faktor penyebabnya.