Ledakan pertama terdeteksi oleh para seismolog Senin pagi di tenggara pulau Bornholm, Denmark. Ledakan kedua yang lebih kuat di timur laut pulau tersebut pada malam itu setara dengan gempa berkekuatan 2,3 Skala Richter.
Pada stasiun seismik di Denmark, Norwegia dan Finlandia juga mendeteksi ledakan-ledakan tersebut.
Kemudian, beberapa pejabat Eropa dan pakar energi mengatakan Rusia kemungkinan bertanggung jawab atas sabotase itu karena secara langsung diuntungkan oleh harga energi yang lebih tinggi dan kecemasan ekonomi di seluruh Eropa.
Namun, beberapa pihak yang lain memperingatkan agar tidak menuding sampai penyelidik dapat menentukan apa yang sesungguhnya terjadi.
Sebagai informasi, sebelum kebocoran keempat dilaporkan, Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson mengatakan, dibutuhkan alat peledak besar untuk menyebabkan kerusakan seperti yang terjadi.
(Zuhirna Wulan Dilla)