Begitu pula laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan turun menjadi USD3,38 juta, dari USD11,6 juta secara yoy. Laba bersih tersebut turun signifikan 70,91% secara tahunan. Adapun hingga akhir Juni 2022, PBRX mencatatkan total aset sebesar USD704,4 juta, meningkat dari USD696 juta di akhir 2021.
Total liabilitas PBRX naik menjadi USD409,2 juta di akhir semester I/2022, dari USD405,4 juta di akhir 2021. Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi USD295,2 juta di 30 Juni 2022, dari USD291,2 juta di 31 Desember 2021.
Tahun ini, perseroan optimistis penjualan tumbuh 10% dibandingkan dengan realisasi penjualan di 2021. Kenaikan penjualan ini juga akan diikuti dengan upaya otomatisasi dan digitalisasi di pabrik PBRX. Direktur Pan Brothers, Fitri Ratnasari Hartono pernah mengatakan, saat ini kapasitas pabrik Pan Brother mencapai 117 juta pieces per tahun dan tidak ada perubahan di tahun 2022.
“Meski kapasitas masih sama, kami terus menerus melaksanakan otomatisasi dan digitalisasi sehingga output-nya bisa naik. Jadi kami laksanakan perubahan beberapa mesin yang bisa otomatis. Tapi sejauh ini kami tidak ada rencana fisik membangun pabrik baru atau lokasi baru,”ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)