IPO Bidik Rp330 Miliar, Wulandari Bangun Laksana Tawarkan Harga Rp100-Rp120/Saham

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis
Rabu 12 Oktober 2022 17:48 WIB
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - PT Wulandari Bangun Laksana Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal bulan November mendatang.

Perseroan akan menawarkan sebanyak 2,75 miliar saham atau 12,09% dari modal ditempatkan.

Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan harga sebesar Rp100 hingga Rp120 per saham. Dengan harga penawaran awal tersebut, perseroan menargetkan dana IPO sebesar Rp330 miliar.

 BACA JUGA:BEI Masukkan 199 Saham dalam Daftar Transaksi Margin

Bersamaan dengan IPO, perusahaan yang bergerak di bidang properti ini juga akan melaksanakan konversi utang sebesar Rp234,17 miliar atau sebanyak-banyaknya sebesar 2,34 miliar saham. Selain itu, perseroan akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak 7 miliar lembar atau 35% dari modal ditempatkan.

Setiap pemegang 100 saham baru perseroan berhak memperoleh 137 waran, di mana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, Waran Seri I dapat dilaksanakan mulai 03 Mei 2023 hingga 02 November 2023, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp125. Apabila seluruhnya dilaksanakan oleh pemegang Waran Seri I, dana yang diperoleh yakni sebesar Rp875 miliar.

Dari dana hasil IPO, perusahaan yang akan melantai di bursa dengan kode BSBK tersebut, akan menggunakan sebesar Rp100 miliar untuk membeli tanah seluas kurang lebih 1,2 hektare di Kota Balikpapan dan sekitarnya.

“Pertimbangan pembelian aset tanah tersebut dilakukan untuk menambah jumlah landbank yang dimiliki perseroan saat ini, yang rencananya akan dikembangkan menjadi produk apartemen dengan nama The Mansion Apartment,” tulis manajemen BSBK dalam prospektus, dikutip Rabu (12/10/2022).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya