Mengenai kepanikan masyarakat terhadap nasib investasi, Mike menerangkan bahwa investasi tetap dapat dilakukan karena resesi tidak akan terjadi selamanya.
Ada juga beberapa resesi ekonomi yang menyebabkan kondisi ekonomi membaik.
”Memang dunia investasi akan tertekan. Sarannya tetap investasi yang konteksnya jangka panjang. Walaupun kemungkinan terjadi penurunan dalam waktu dekat, tapi dalam jangka panjang akan tetap stabil,” jelasnya.
Asalkan berinvestasi sesuai tujuan dan disiplin, hasil saham akan signifikan.
”Investasi harus sesuai dengan tujuan. Kalau investasi untuk jangka panjang dalam waktu 10 tahun misalnya, tidak masalah investasi dalam kondisi resesi, asal disiplin. Jadi kita juga dapat menikmati hasil saham yang signifikan nantinya,” lanjutnya.
Masyarakat diimbau untuk mempunyai dana tunai yang cukup.
Jadi tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang cocok digunakan sebagai tambahan kebutuhan jangka pendek.
Masyarakat juga harus memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki dana darurat, paling tidak sebesar 6-12 kali dari gaji/pengeluaran.
Dia menambahkan kalau kira-kira tidak cukup, sebisa mungkin ditambah.
(Zuhirna Wulan Dilla)