JAKARTA - Indonesia telah menjadi net-importir minyak bumi selama 20 tahun terakhir.
Kondisi tersebut terjadi akibat tingginya konsumsi minyak nasional yang tidak disertai dengan peningkatkan produksi minyak dalam negeri.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tingkat produksi minyak dalam negeri dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Berbanding terbalik, kebutuhan akan minyak yang diperkirakan akan terus melonjak.
BACA JUGA:Penyebab Harga Minyak Sawit Mentah Hari Ini Naik
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Mustafid Gunawan mengatakan bahwa guna mengatasi kebutuhan energi yang terus melonjak, pemerintah mendorong pemanfaatan gas sebagai sumber energi di masa mendatang. Pasalnya, gas mempunyai peranan kunci yang cukup penting di tengah tren transisi energi.
"Konsumsi minyak naik sampai 1,5 juta barel, sementara produksi jauh di bawah itu salah satu alternatif utama gas sebagai transisi energi," ujar Mustafid dalam forum diskusi kebijakan implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di Jakarta, Rabu (26/10/2022).
Di samping gas sebagai jembatan menuju transisi energi, Indonesia juga memiliki cadangan gas yang cukup melimpah. Sehingga peran gas sebagai alternatif energi bersih dari fosil dapat dimaksimalkan.
"Aspek keekonomian juga lebih menguntungkan dari sisi hulu, di neraca gas kita punya perencanaan yang cukup panjang, sampai tahun 2060 di grand strategy energy," katanya.