Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Kehilangan Minyak 2 Juta Barel, Bahlil Sanksi Pejabat ESDM Buntut Kebocoran Pipa Sumatera

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 22 Januari 2026 |14:57 WIB
RI Kehilangan Minyak 2 Juta Barel, Bahlil Sanksi Pejabat ESDM Buntut Kebocoran Pipa Sumatera
RI Kehilangan Minyak 2 Juta Barel, Bahlil Sanksi Pejabat ESDM Buntut Kebocoran Pipa Sumatera (Foto: Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, insiden kebocoran pipa minyak di Sumatera pada awal tahun ini sempat mengganggu kinerja lifting minyak nasional. Akibat kejadian tersebut, Indonesia kehilangan potensi produksi sekitar dua juta barel minyak pada awal tahun.

"Di awal tahun ini kita mengalami musibah kecil di Sumatera, pipa kami bocor, sehingga kehilangan potensi lifting kurang lebih dua juta barel. Itu memang kejadian kecelakaan," ujar Bahlil dalam Raker bersama Komisi XII di Kompleks DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Meski demikian, Bahlil menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Bahlil menyatakan akan memberikan sanksi kepada pejabat di lingkungan dinas ESDM daerah maupun di badan usaha milik negara (BUMN) terkait, sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut.

"Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat di dinas ESDM dan di BUMN terkait, karena saya anggap betul itu sebuah kecelakaan. Tapi yang lebih penting, apakah ada ikhtiar dari kita untuk memperbaiki dan mengejar ketertinggalan lifting," tegasnya.

Untuk meningkatkan kembali lifting minyak, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, melalui reaktivasi sumur-sumur tua yang selama ini tidak berproduksi optimal. Menurut Bahlil, saat ini terdapat lebih dari 40 ribu sumur tua yang sedang dalam proses pengaktifan kembali, dan sebagian perizinannya sudah diterbitkan.

"Seperti di Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah, izinnya sudah keluar agar bisa segera memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting," katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement