JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir jumlah penumpang kereta api di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo mengatakan penurunan jumlah penumpang disebabkan adanya tekanan pandemi Covid -19.
"PT Kereta Api Indonesia mengalami tekanan karena aadanya pandemi Covid-19 karena adanya pembatasan PPKM sehingga secara tiga tahun terkahir mengalami penurunan penumpang," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT KAI dan Kereta Cepat Indonesia China di Jakarta, Rabu (9/11/2022).
BACA JUGA:Ternyata Rel Kereta Pertama RI Peninggalan Belanda Masih Kokoh, Begini Penampakannya
Didiek mengatakan jumlah penumpang yang berhasil diangkut selama satu tahun di 2021 hanya 154 juta penumpang.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 429 juta penumpang.
"Mayoritas pengguna KAI adalah penumpang kereta rel listrik yang berada di Jabodetabek. Sehingga penurunannya 64%," katanya.
"Dan kalau kita lihat untuk kereta api jarak jauh itu penurunan nya lebih daripada ini, yang bertahan adalat KRL Jabodetabek," tambahnya.
Adapun untuk tahun 2022, kata Didiek, sudah mulai masuk ke recovery.
Hingga September 2022 jumlah penumpang mencapai 198 juta penumpang.
Sedangkan angkutan barang, Didiek mengatakan, jumlah angkutan barang yang berhasil diangkut KAI di 2019 mencapai 47 juta ton. Kemudian di tahun 2021 meningkat menjadi 50 juta ton.
Sedangkan hingga September 2022 KAI sudah mengangkut 42,3 juta ton
"Mayoritas angkutan barang yang diangkut adalah batu bara," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)