Total Bangun Bukukan Kontrak Rp2,2 Triliun hingga Oktober 2022

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Jum'at 11 November 2022 14:16 WIB
Kontrak TOTL lampaui target (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) bukukan kontrak senilai Rp2,2 triliun sampai dengan Oktober 2022. Perolehan kontrak tersebut telah melampaui target kontrak yang ditetapkan perseroan untuk tahun 2022 senilai Rp2 triliun.

“Proyek yang ditangani berupa gedung multi fungsi (mixed use), perkantoran, edukasi, hotel, pusat perbelanjaan, dan industri,” kata Sekretaris Perusahaan Total Bangun, Anggie S Sidharta di Jakarta.

Sementara pendapatan perseroan di kuartal tiga 2022 tercatat Rp1,74 triliun atau naik 28,32% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp1,36 triliun. Dengan jumlah laba kotor hingga kuartal III-2022 sebesar Rp210 miliar atau naik 27% dari tahun sebelumnya sebesar Rp166 miliar. Selain itu, TOTL akan mengincar perolehan kontrak baru sebesar Rp2,6 triliun pada 2023. Kemudian untuk pendapatan ditargetkan sebesar Rp2,3 triliun, serta laba bersih sebesar Rp95 miliar.

Hingga saat ini, Anggie menambahkan proyek yang ditangani berupa gedung multi fungsi (mixed use), perkantoran, edukasi, hotel, pusat perbelanjaan, dan industry.Dengan nilai proyek yang sedang dihitung oleh perseroan saat ini sebesar Rp10 triliun. Di mana proyek swasta mendominasi portofolio perseroan.Dengan rinciannya, perkantoran 27%, industri 24%, apartemen 22%, bangunan multi fungsi 15%, hotel 6%, pusat data 3%, edukasi 2% dan rumah sakit 1 %.

“Manajemen sedang mengikuti proses tender untuk mendapatkan proyek tersebut tetapi keputusan masih belum diambil,nilai kontrak hanya untuk estimasi, angka akhir dapat bervariasi,” ujarnya.

Disampaikannya, perseroan saat ini sedang mengikuti tender dengan besaran besaran Rp10 triliun. Dengan proyek industri, perkantoran,apartemen,hotel, rumah sakit. Adapaun jumlah belanja modal atau capex pada tahun 2022 sebesar Rp3 miliar untuk dialokasikan sebagai peralatan proyek,peralatan IT dan siftware IT.

”Hingga kuartal III-2022 sudah digunakan sebesar Rp3,97 miliar,” tuturnya.

Namun saat ini, menurut Anggie, IKN sedang membentuk struktur yang memang bukan spesialisasi dari perseroan.

“Manajemen sedang mengikuti proses tender untuk mendapatkan proyek tersebut tetapi keputusan masih belum diambil. Nilai kontrak hanya untuk estimasi, angka akhir dapat bervariasi,” papar Anggie.

Dikesempatan Direktur Total Bangun Moeljati Soetrisno mengatakan, perseroan juga mencermati peluang proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meski begitu, Moeljati mengatakan saat ini belum waktunya perseroan untuk ikut menjajakan diri lantaran tahap pembangunan masih fokus pada infrastruktur utama.“Saat ini mungkin IKN sedang mengerjakan infrastruktur yang bukan spesialis kami. Tapi nanti jika ada misalnya bangunan untuk dukung IKN itu, baik dari swasta maupun pemerintah, kita pasti mau ikut. Karena developer-developer pasti akan mengarah ke sana setelah infrastrukturnya selesai,” kata Moeljati.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya