Disampaikan Budi, turunnya margin laba juga dipicu oleh perubahan struktur kontribusi segmen produk KINO. Dia menjelaskan kontribusi terbesar pendapatan sebelum pandemi berasal produk perawatan (personal care) dengan jumlah mencapai 50%. Pada saat yang sama, segmen ini juga menjadi penyumbang laba kotor terbesar dengan persentase mencapai 55—60%.
“Namun saat pandemi segmen ini juga yang paling terimbas. Kontribusinya terhadap total penjualan selama Januari—September 2022 hanya 33% dibandingkan dengan 40% di periode yang sama tahun lalu,” katanya.
Di sisi lain, kontribusi produk dari segmen minuman justru meningkat dari yang mulanya 38% sepanjang 2020 dengan nilai Rp1,52 triliun menjadi 47% atau Rp1,86 triliun pada 2021. Sampai akhir September 2022, kontribusi produk minuman pada total penjualan mencapai 56%. “Jadi sektor yang menyumbang gross margin tinggi masih terdampak pandemi, sementara yang lebih rendah justru mencetak rekor penjualan,” jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)