JAKARTA – PT Kino Indonesia Tbk (KINO) mencatat kerugian pada kuartal III 2022. Produsen minuman merek Cap Kaki Tiga itu membukukan penjualan sebesar Rp2,83 triliun atau turun 3,3% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp2,93 triliun.
Kemudian beban pokok penjualan KINO menunjukkan kenaikan lebih tinggi, yakni 13,3% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp1,55 triliun menjadi Rp1,76 triliun. Hal ini membuat laba kotor KINO turun menjadi hanya Rp1,07 triliun dibandingkan dengan Rp1,37 triliun di periode yang sama pada 2021.
Penurunan laba kotor diikuti dengan turunnya margin kotor (gross margin) dari 47% pada Januari—September 2021 menjadi 37,8% pada Januari—September 2022. Sementara itu, posisi bottom line KINO berbalik membukukan rugi bersih Rp245,78 miliar dibandingkan dengan laba bersih Rp82,80 miliar pada tahun lalu.
Direktur Kino Indonesia Budi Muljono mengatakan, penurunan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku. Dari kalkulasi yang dilakukan KINO, harga rata-rata 100 bahan baku yang dipakai perusahaan selama Januari—September 2022 telah naik 34% dibandingkan dengan posisi Januari 2021. Di sisi lain, KINO tidak bisa meneruskan seluruh kenaikan biaya produksi ke harga jual produk di level konsumen.
“Kami Sudah melakukan evaluasi harga, efisiensi dari sisi manufacturing, tetapi ada batas%tase kenaikan biaya produksi yang bisa bisa di-pass on ke konsumen. Tidak mungkin kami naikkan harga jual 34%,” ujarnya.