Jumlah Wajib Pajak Naik tapi Pembayaran Turun, Kok Bisa?

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Rabu 30 November 2022 08:59 WIB
Jumlah Wajib Pajak Naik. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

BATAM - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat, jumlah Wajib Pajak (WP) baru tahun ini mengalami kenaikan. Namun jumlah pembaayaran WP mengalami penurunan.

Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian DJP Aim Nursalim Saleh merinci, pada 2021 jumlah WP baru mencapai 3,4 juta dan yang melakukan pembayaran 816 ribu WP. Adapun jumlah pembayarannya mencapai Rp7,7 triliun.

Baca Juga: Ancaman Resesi, Penerimaan Pajak Diprediksi Menantang di 2023

Sementara itu, hingga kuartal III 2022 jumlah WP baru mencapai 3,8 juta dan yang melakukan pembayaran hanya 385 ribu WP. Dengan jumlah pembayaran sebesarp Rp3,2 triliun.

"Jadi memang secara jumlah WP yang melakukan pembayaran dan jumlah pembayarannya mengalami penurunan," kata dia di Batam, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Bikin Happy Sri Mulyani, Penerimaan Pajak 2022 Lebihi Target Rp1.485 Triliun

Dia menjelaskan penyebab menurunnya jumlah pembayaran WP tersebut salah satunya karena banyak pembuatan NPWP untuk tujuan pribadi. Dia memberi contoh, orang yang ingin melakukan transaksi jual beli properti kemudian membuat NPWP baru.

"Ini memang kita masih self assesment sistemnya, contoh misal ada yang transaksi jual beli properti mereka bikin NPWP jadi membayar pajak, jadi itu sifatnya self assesment," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aim menyampaikan jumlah Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) mencapai 16,82 juta WP hingga 24 November 2022.

Capaian ini naik sebesar 6,68% secara year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 lalu yang sebanyak 15,77 juta WP.

Menurut dia, capaian ini mencakup penyampaian SPT Tahunan Badan sebanyak 1,15 juta WP dan SPT Tahunan Orang Pribadi sebanyak 15,68 juta WP.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya