Kemudian, ada rencana 8 penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan nilai Rp7,71 triliun dan 9 penawaran umum berkelanjutan EBUS Tahap I & II senilai Rp6,45 triliun.
Sementara itu, Inarno bilang pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Kementerian BUMN terkait penawaran umum perdana saham ini.
OJK optimistis penghimpunan di pasar modal tahun depan masih akan tinggi. OJK menargetkan penggalangan dana mencapai Rp152,7 triliun di 2023 mendatang.
(Zuhirna Wulan Dilla)