Waran Terstruktur Diburu Investor, Total Transaksi Capai Rp191,1 Miliar

Khairunnisa, Jurnalis
Jum'at 30 Desember 2022 13:37 WIB
Waran terstruktur diminati investor (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Transaksi waran terstruktur diburu investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total transaksi waran terstruktur sejak diluncurkan 19 September 2022 mencapai Rp191,1 miliar.

"Dalam 73 hari perdagangan, total transaksi waran terstruktur telah menembus Rp191,1 miliar. Dengan volume transaksi waran terstruktur juga telah mencapai 627,4 juta dengan frekuensi sebanyak 55.767 kali," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dilansir dari Harian Neraca, Jumat (30/12/2022).

Saat ini, sudah ada 13 waran terstruktur yang diluncurkan. Di mana waran terstruktur juga mencatatkan rata-rata transaksi harian senilai Rp2,5 miliar, rata-rata volume transaksi harian sebanyak 8,4 juta, dan frekuensi rata-rata harian menembus 743 kali.

“Ke depan kami akan melakukan penyempurnaan prosesnya sehingga dapat meningkatkan perdagangan efek waran terstruktur,” jelasnya.

Saat ini tercatat sebanyak 13 produk waran terstruktur yang telah diluncurkan. Ke-13 produk waran terstruktur tersebut adalah ADRODRCM3A (ADRO), ANTMDRCK3A (ANTM), BBCADRK3A (BBCA), BBRIDRCM3A (BBRI), BMRIDRCK3A (BMRI), BRPTDRCM3A (BRPT), HRUMDRCM3A (HRUM), ICBPDRCM3A (ICBP), INCODRCM3A (INCO), TLKMDRCM3A (TLKM), MDKADRCK3A (MDKA), PGASDRCK3A (PGAS), dan UNVRDRCM3A (UNVR).

Kemudian mengakhiri perdagangan Kamis (29/12) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik di tengah koreksi indeks saham utama di bursa regional Asia. IHSG ditutup melemah 9,56 poin atau 0,14% ke posisi 6.860,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,18 poin atau 0,66% ke posisi 939,87.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji seperti dikutip Antara mengatakan, para pelaku investor memanfaatkan pelemahan indeks untuk melaksanakan buy on weakness atas saham-saham yang berfundamental bagus. Di sisi lain, lanjut Nafan, para pelaku pasar juga mengapresiasi kinerja perekonomian Indonesia yang relatif solid di tengah-tengah terjadinya ketidakpastian global.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi di mana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,32%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 0,42% dan minus 0,29%.

Sedangkan lima sektor meningkat di mana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,78%, diikuti sektor kesehatan dan sektor perindustrian masing-masing 1,25% dan 0,55%. Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BOSS, NZIA, PADA, JARR, dan SEMA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ISAP, EURO, IPPE, KIOS, dan ZATA.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya