JAKARTA – Indeks dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Dolar menguat menyusul permintaan safe-haven karena sentimen risiko memburuk di tengah komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve AS yang menyatakan lebih banyak kenaikan suku bunga dimungkinkan untuk menjinakkan inflasi.
Namun, para analis tetap yakin bahwa mata uang telah mencapai puncaknya dan berada di tengah tren turun secara keseluruhan.
"Dolar akan terus melemah karena prospek yang lebih jinak untuk inflasi AS dan kebijakan Fed ," kata Analis Pasar Senior Convera di Washington Joe Manimbo dilansir dari Antara, Kamis (19/1/2023).
"Dolar kemungkinan akan tetap berada di jalur menurun selama pasar memperkirakan risiko material penurunan suku bunga AS tahun ini."
Greenback sebelumnya turun setelah serangkaian data ekonomi yang lemah mendukung ekspektasi bahwa Fed mungkin mendekati jeda dalam siklus kenaikan suku bunga.
Aksi jual dolar sebelumnya terjadi setelah bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan suku bunga sangat rendah. Yen awalnya naik tajam, tetapi pulih karena ekspektasi kebijakan yang lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang.