Bantah Cadangan Nikel RI Hanya Bertahan 9 Tahun, Menteri Bahlil: Siapa yang Bilang?

Atikah Umiyani, Jurnalis
Kamis 16 Februari 2023 19:41 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membantah cadangan nikel Indonesia hanya bertahan 9 sampai 13 tahun lagi.

"Kalau dibilang 9 tahun lagi, siapa sih yang bilang 9 tahun lagi. Wah pengusaha, lebih paham berarti mereka dari pemerintah. Aku enggak pernah mendengar itu," ujarnya ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Dia menekankan masih banyak cadangan nikel di Indonesia yang belum di eksplorasi.

"Di Papua kan belum diapa-apain. Jayapura, Nabire, itu banyak. Raja ampat, itu masih ratusan juta. Jadi masih banyak lah nikel kita itu," terangnya.

 BACA JUGA:Menaker Sebut Hilirisasi Nikel Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Lebih lanjut, Ketua HIPMI periode 2016- 2019 itu menuturkan bahwa umur smelter di Indonesia rata-rata mencapai 10 sampai 20 tahun. Terlebih, menurutnya, cadangan nikel Indonesia adalah yang terbesar di dunia, yakni sebesar 25%.

Selain itu, Bahlil juga menyebutkan Indonesia baru menggarap nikel secara masif pada 2017 sampai 2018.

 

Karena itu, dia menegaskan pemerintah akan tetap mendorong pembangunan smelter nikel, yang ditargetkan mencapai 53 smelter pada 2024.

Dia pun meyakini langkah tersebut dapat menambah 40% nilai tambah nikel.

Bahlil mengatakan untuk menjaga keseimbangan produksi nikel, pemerintah mengedepankan pemakaian teknologi dan energi terbarukan.

"Jadi kalau dibilang mau dibatasi, cara membatasinya adalah dengan membuat mereka jangan bikin nilai tambahnya 80% tapi harus dengan sampai end to end," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya