3. Pilot
Di industri penerbangan yang didominasi laki-laki, kaum perempuan makin menunjukkan sepak terjangnya.
Walaupun jumlahnya masih kalau jauh dibandingkan laki-laki, namun di Amerika Serikat terdapat peningkatan jumlah pilot perempuan dalam beberapa dekade terakhir.
Salah satu pilot perempuan yang populer adalah Mia Biilman Larsen. Dia menerbangkan pesawatnya ke Greenland, wilayah yang terletak di antara lautan Kutub Utara dan Samudera Pasifik. Mia tumbuh dalam keluarga pilot.
Pada 2019, dia memulai pelatihan pilot di Denmark. Setelah selesai, ia bergabung dengan AirZafari, perusahaan milik orangtuanya.
Mia mengatakan, setiap hari dirinya mempunyai pekerjaan untuk berbagai pengalaman yang penuh petualangan.
Terdapat banyak momen yang dikenang Mia ketika menjadi seorang pilot. Namun salah satu momen yang istimewa adalah terbang ke Nuuk, ibu kota kampung halamannya bersama orang tuanya.
4. Nakhoda
Keberadaan perempuan Indonesia sebagai nakhoda bukanlah hal baru. Meskipun jumlahnya segelintir, namun kaum perempuan telah mencatatkan sejarah lewat kehadiran nakhoda perempuan pertama di Indonesia. Ia adalah Entin Kartini.
Saat menjalankan pekerjaannya sebagai nakhoda, ia harus rela meninggalkan anaknya.
Pada 1965, Entin Kartini memulai pendidikan di AIP (AKademi Indonesia Pelayaran).
Setelah lima tahun menempuh pendidikan, ia pun lulus pada 1970 dengan pangkat Mualim Pelayaran Besar.
Profesi suaminya yang juga seorang pelaut membuat Entin tertantang untuk mendapat posisi lebih di kapal. Atas dukungan yang diberikan keluarga, Entin tak hanya menyelesaikan MPB 2, bahkan dirinya menjadi seorang kapten kapal pada 1977.
Entin mengaku, semua momen di laut menarik untuknya. Salah satu pengalamannya yaitu saat melakukan perjalanan Indonesia-Hong Kong melalui Laut China Selatan yang menghadapi badai taifun. Capt Entin Kartini mendapat penghargaan sebagai tokoh wanita paling inspiratif maritim 2019 dari Women In Maritime Indonesia.