JAKARTA - Menguak alasan kenapa di Keraton Solo ada kebo bule menarik untuk diulas. Surakarta dikenal memiliki tradisi perayaan malam tahun baru Hijriah atau malam 1 Suro yang khas.
Biasanya kegiatan yang dihelat pada perayaan ini, bentuknya seperti kirab benda pusaka yang mengarak beberapa ekor kerbau milik Keraton Surakarta.
Kerbau milik keraton ini biasa dikenal dengan Kebo Bule, di mana kerbau ini memiliki ciri khas berkulit putih kemerahan.
Asal-usul Kebo Bule di Keraton Surakarta dapat ditilik dari masa Pakubuwono II sekitar abad ke-18. Kebo Bule ini merupakan pemberian dari Bupati Ponorogo, Kyai Hasan Besari Tegalsari, sebagai hadiah kepada kerajaan.
Bagi masyarakat sekitar dengan hadirnya Kebo Bule pada momen malam 1 Suro menjadikan perayaan tersebut menjadi semakin lebih hikmat. Pasalnya Kebo Bule ini dianggap membawa berkah dan juga keselamatan dari Yang Maha Kuasa.
Banyak di antara para warga yang justru berusaha memegang tubuh Kebo Bule. Bahkan, hingga warga berbondong-bondong memungut kotoran Kebo Bule yang terjatuh di jalan saat ritual mubeng beteng.