"Mengoptimalkan mobilitas yang kembali normal, WEHA menambah beberapa rute yang cukup strategis sehingga pendapatan di sektor jasa intercity shuttle meningkat secara tajam," jelasnya.
Dia mengatakan penetrasi perseroan pada bisnis logistik mulai membuahkan hasil, angka paket diantar terus meningkat secara organik. Hal ini dikarenakan karena pihaknya adalah pengirim paket antar kota tercepat dan termurah karena perseroan menggunakan armada-armada yang berangkat setiap jamnya.
Bisnis paket pun turut menyumbang utilisasi kendaraan per trip yang dijalankan di lini usaha intercity shuttle dan logistik.
"Penetrasi digital juga mulai membuahkan hasil positif, hal ini membuat strategi baru Perseroan menjadi lebih mudah untuk di eksekusi. Hampir semua inisiasi dan informasi bisa langsung dijangkau sampai ke pelanggan karena aplikasi kami sekarang banyak di handphone masyarakat serta biaya yang dikeluarkan menjadi lebih efisien," ucapnya.
Lebih lanjut, perseroan mempunyai tiga lini usaha yaitu bus charter, intercity shuttle dan logistik, serta open trip. Seluruh lini usaha membukukan kinerja pendapatan yang positif selama tahun 2022. Pendapatan di segmen bus charter meningkat dari Rp46 miliar di tahun 2021 menjadi Rp84 miliar di tahun 2022. Angka itu meningkat sebesar 81% dibandingkan dengan tahun 2021.
Sebagai informasi, pendapatan segmen intercity shuttle meningkat dari Rp44 miliar di tahun 2021 menjadi Rp91 miliar di tahun 2022 atau meningkat sebesar 109% dibandingkan dengan tahun 2021. Demikian juga segmen open trip membukukan kenaikan pendapatan dari tahun 2021 sebesar Rp2,8 miliar menjadi Rp7,5 miliar di tahun 2022 atau meningkat 167% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan begitu, EBITDA lerseroan juga meningkat sebesar 156%, terjadi peningkatan dari Rp21 miliar di 2021 menjadi Rp55 miliar di tahun ini.
(Zuhirna Wulan Dilla)