Adapun Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh telah mengatakan setidaknya 47 orang tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan lanjutan dari 69 pegawai terindikasi memiliki harta tidak sesuai dengan profil pekerjanya.
"Dari sana kita menemukan ada sekitar 50-an pegawai yang harus kita panggil untuk menjelaskan hartanya, yang menurut kita tidak seusai dengan profilnya, itu kita panggil," sambungnya.
"Bulan ini kita lakukan sevara intensif, dari 50 orang itu, ada sekitar 47 yang memang prioritas kita melakukan pemanggilan terhadap 47 pegawai itu, cuma ada yang tidak hadir 5 orang karena sakit," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)