JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa terdapat 18 emiten dan 21 emisi yang masuk dalam pipeline penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan sebagian besar penerbit berasal dari sektor keuangan.
BACA JUGA:
"Sebanyak 11 penerbit atau 61,11% dari sektor keuangan," kata Nyoman kepada wartawan pasar modal, Senin (3/4).
Adapun 5 perusahaan penerbit surat utang datang dari sektor industri, sedangkan 2 lainnya dari infrastruktur.
BACA JUGA:
Sedangkan 1 perusahaan masing-masing mewakili sektor energi, dan properti-real estate.
Berdasarkan data terbaru, dikutip Selasa (4/4), BEI telah menerima pencatatan 22 emisi dari 21 emiten.
Adapun dana yang dihimpun dari EBUS per 3 April 2023 mencapai Rp27,5 triliun.
(Zuhirna Wulan Dilla)