"Saya perkirakan puncak permintaan hari ini dan besok. Rencana berjualan sampai 1 Mei 2023 dan semoga tetap ramai," katanya.
Di sisi lain, Halimatus Sadiyah selaku pemilik toko oleh-oleh lain mengungkapkan, bahwa peningkatan penjualan oleh-oleh seperti keripik tempe dan keripik buah mulai mengalami peningkatan selama satu minggu terakhir.
"Mulai ramai satu minggu sebelum Lebaran, banyak yang mudik dan datang ke toko kami," kata Halimatus ditemui di tokonya secara terpisah.
Halimatus menjelaskan, jika pada kondisi normal keripik tempenya terjual hingga satu ton dalam satu minggu.
Tetapi di saat lebaran seperti ini permintaannya bisa meningkat dua kali lipat hingga tiga ton.
Guna mengantisipasi permintaan tersebut, ia menambah kapasitas produksi dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Untuk saat ini kami menyediakan hingga tiga ton, hari-hari biasa satu ton, untuk periode yang sama," ujarnya.
Dia menambahkan, produk keripik tempe hasil buatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) miliknya tersebut masih menjadi primadona oleh-oleh para wisatawan atau masyarakat yang melaksanakan mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah kali ini.
"Untuk yang paling laris masih keripik tempe, keripik buah juga ada. Termasuk cemilan-cemilan lain, juga diminati. Tapi yang paling tinggi permintaannya keripik tempe," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)