Untuk di kuartal pertama 2023 mencatatkan rugi dari entitas asosiasi Rp258,16 miliar. Kondisi ini berbalik dibandingkan priode yang sama tahun lalu masih membukukan laba dari entitas asosiasi Rp3,481 triliun. Kemudian rugi sebelum pahak penghasilan mencapai Rp367,79 miliar. Sedangkan kuartal pertama 2022 meraih laba sebelum pajak penghasilan Rp4,22 triliun.
Sehingga total kewajiban berkurang 7,4% dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp4,232 triliun. Pada sisi lain, jumlah ekuitas menyusut 1,07% dibanding 31 Desember 2022 menjadi Rp39,469 triliun. Asal tahu saja, sepanjang tahun 2022 kemarin, laba bersih perseroan turun sebesar 2,85%. Laba bersih EMTK pada tahun lalu sebesar Rp5,44 triliun jika dibandingkan dengan capaian laba 2021 yang mencapai Rp5,6 triliun.
Diketahui bahwa pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu tercatat mengalami pertumbuhan 21% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari Rp12,84 triliun pada 2021 menjadi Rp15,52 triliun. Raihan pendapatan itu dikontribusikan oleh penjualan barang senilai Rp6,26 triliun, pendapatan iklan Rp5,89 triliun, jasa kesehatan dan rumah sakit Rp1,90 triliun, jasa VSAT, perbaikan, perawatan, dan dukungan teknis Rp155 miliar, dan lain-lain Rp1,29 triliun.
(Zuhirna Wulan Dilla)