Pengangguran di RI Turun, Sisa 7,99 Juta Orang Masih Nganggur

Advenia Elisabeth, Jurnalis
Jum'at 05 Mei 2023 10:41 WIB
Ilustrasi kerja. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2023 mencapai 146,62 juta orang.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan, angka tersebut naik 2,61 juta orang dibanding Februari 2022.

 BACA JUGA:

Sementara tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,24% poin.

"Dari yang masuk di pasar kerja sebesar 146,62 juta orang, itu tidak semuanya terserap di pasar kerja. Dengan demikian masih ada 7,99 juta orang yang belum terserap," ujar Edy dalam konferensi pers, Jumat (5/5/2023).

Lanjut dia, sementara dari total angkatan kerja sebanyak 146,62 juta orang, penduduk yang bekerja sebanyak 138,63 juta orang. Angka tersebut naik sebanyak 3,02 juta orang dari Februari 2022.

 BACA JUGA:

Adapun lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum serta Aktivitas Jasa Lainnya, masing-masing sebesar 0,51 juta orang.

Di samping itu, BPS mencatat, sebanyak 83,34 juta orang (60,12%) bekerja pada kegiatan informal atau naik 0,15% poin dibanding Februari 2022.

Sementara persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan.

"Masing-masing sebesar 0,95% poin dan 0,33% poin dibandingkan Februari 2022," ucap Edy.

Di sisi lain, Edy menyampaikan, jumlah pekerja komuter pada Februari 2023 sebesar 7,18 juta orang, naik sebesar 0,11 juta orang dibanding Februari 2022.

Adapun dari laporannya hari ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2023 tercatat sebesar 5,45%. Angka tersebut turun sebesar 0,38% poin dibandingkan dengan Februari 2022.

Kemudian Edy juga melaporkan bahwa terdapat ada sebanyak 3,60 juta orang (1,70%) penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19.

"Yang mana itu terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (0,20 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,26 juta orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (0,07 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (3,07 juta orang)," jelasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya