Direktur Utama Siantar Top, Armin pernah mengatakan, dirinya tidak menampik kemungkinan bahwa ancaman krisis ekonomi global pada 2023 nanti akan berdampak pada pasar industri malanan ringan.
Dia menyebut dengan berbagai stretagi, baik untuk sektor produksi atau penjualan yang terus dilakukan, dirinya optimistis bisnis makanan ringan yang dikelolanya akan tetap leading.Salah satunya adalah, kami tetap akan alokasikan dana sekitar Rp340 miliar.
"Dana itu untuk memenuhi kebutuhan selama 2023 nanti, mulai untuk peningkatan inovasi prodak, juga peningkatan produksi, termasuk mesin produksi yang utilisasinya sudah 80% harus ditingkatkan, dan kebutuhan lainnya seperti pembagian deviden perseroan," tegasnya dikutip, Rabu (24/5/2023).
Dengan upaya tersebut, lanjut Armin, optimis kinerja keuangan tumbuh stabil, juga tetap pioner di industri makanan ringan, seperti mie, kerupuk, biscuit dan produk lainya.
Dia pun menegaskan, tahun ini sangat optimistis mampu meningkatkan perolehan hingga dua digit, dengan melakukan banyak strategi, diantaranya adalah inovasi produk dan memperluas jaringan di mesia sosial.
Sampai saat ini China, Taiwan, Kores serta pasar Timur Tengah, didukung seluruh wilayah Indonesia, merupakan pasar potensial bagi industri makanan ringan yang diproduksinya.
(Zuhirna Wulan Dilla)