Dari peningkatan harga batu bara tersebut, MBAP berhasil mencatatkan pendapatan sebesar USD449,53 juta di tahun 2022, meningkat 45,09%, apabila dibandingkan tahun 2021 sebesar USD309,84 juta.
Selain itu, perseroan juga berencana dapat merealisasikan pemasangan 40 MWp energi terbarukan hingga 2023 mendatang dengan investasi hingga USD20 juta. Rencana ini dilaksanakan oleh perusahaan patungan antara MBAP dengan Masdar yakni PT Masdar Mitra Solar Radiance.
Direktur Utama Mitrabara Adiperdana, Khoirudin pernah mengatakan terkait dengan perusahaan patungan bersama dengan Masdar, pihaknya sudah menyiapkan roadmap pengembangan energi terbarukan.
“Kami berharap dapat merealisasikan install capacity hingga 40 MWp di tahun 2023 mendatang. Kami menyediakan investasi sebesar USD20 juta,” jelasnya.
Dia pun memaparkan bahwa potensi market energi terbarukan di Indonesia sangat besar, khususnya pasar energi terbarukan di segmen komersial dan industri (C&I) yang tumbuh sangat pesat. Pihaknya menargetkan ingin berkontribusi sebanyak-banyak dalam menyediakan energi terbarukan ke segmen ini.
Dia memastikan saat ini Masdar Mitra Solar Radiance memiliki potensi market dengan total kapasitas sebesar kurang lebih 100 MWp.
Asal tahu saja, perseroan menyakini Solar Radiance akan mampu mempercepat implementasi energi surya sebagai salah satu solusi energi terbarukan di Indonesia, apalagi sumber daya energi matahari di Indonesia sesungguhnya sangat melimpah, dan masih banyak aspek yang dapat dikembangkan.
(Zuhirna Wulan Dilla)