Kejar-kejaran dengan Waktu, Berikut 5 Fakta AS Bakal Gagal Bayar Utang

Safina Asha Jamna, Jurnalis
Minggu 28 Mei 2023 06:18 WIB
Share :

4. DPR AS tidak akan naikkan pajak

Ketua DPR AS Kevin McCarthy mengungkap bahwa sejak bertemu presiden, dia menyebut tidak akan menaikkan pajak karena menghasilkan lebih banyak uang daripada sebelumnya dan tidak akan meloloskan plafon utang yang bersih.

“Sejak hari pertama saya duduk dengan presiden, ada dua kriteria. Saya katakan padanya, kami tidak akan menaikkan pajak karena kami menghasilkan lebih banyak uang daripada sebelumnya, dan kami tidak akan meloloskan plafon utang yang bersih. Dan, kami harus membelanjakan lebih sedikit dari yang kami habiskan tahun ini. Jadi, segala sesuatu yang lain terbuka untuk dibicarakan. Tapi, pada akhirnya, semuanya harus sesuai dengan kedua kriteria itu," ujarnya.

5. Joe Biden bakal disalahkan

Terkait hal tersebut, Joe Biden bakal disalahkan oleh para tokoh Partai Republik. Elise Stefanik mengungkap para tokoh Partai Republik mengatakan jika terjadi default maka itu adalah kesalahan Presiden Joe Biden.

"Selama berbulan-bulan, Presiden Biden tidak bertindak terkait plafon utang, menolak untuk bernegosiasi dengan Ketua DPR McCarthy dan membahayakan ekonomi kita. Sekarang kurang dari sepuluh hari dari default, Joe Biden belum menawarkan atau menerima solusi masuk akal kita yang meningkatkan plafon utang dan mengatasi krisis utang kita. Partai Republik di DPR tetap menjadi satu-satunya yang telah mengesahkan undang-undang untuk secara bertanggung jawab menaikkan plafon utang kita dan mengendalikan pengeluaran yang sembrono untuk menyelamatkan negara kita demi generasi mendatang," kata Elise Stefanik.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya