JAKARTA — Inflasi di Indonesia bisa melandai asalkan tingkat persediaan (supply) terjaga.
Pasalnya, selama ini dinamika dari ekonomi pada umumnya disebabkan oleh ketersediaan barang.
BACA JUGA:
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal menyebut inflasi yang tetap terjaga dengan intervensi dari sisi persediaan yang dilakukan antara Bank Indonesia dan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID).
“Ini terbukti ketika di bulan Agustus 2022, Presiden Jokowi menghimbau Gubernur dan masyarakat Indonesia untuk memulai gerakan untuk menanam cabai. Langkah sederhana, tapi terbukti efektif karena harga Cabai di bulan Oktober 2022 mengalami deflasi setelah sebelumnya melonjak di Januari 2022,” ujar Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (6/6/2023).
Selain itu, langkah intervensi dari sisi persediaan juga dinilai efektif dalam mengendalikan inflasi untuk tetap berada di level 5%.
BACA JUGA:
Padahal, saat itu terdapat kebijakan untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan kenaikan harga.
Kendati demikian, lanjutnya, terdapat kemungkinan tekanan dari sisi persediaan bisa semakin melonjak. Fithra menilai, ini seperti bom waktu karena terdapat kesenjangan yang signifikan antara indeks harga produsen (producer price index/PPI) dengan indeks harga konsumen (consumer price index/CPI).