JAKARTA – Rugi PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) atau Fortuna menyusut menjadi Rp76,24 juta pada kuartal I 2023. Pada periode yang sama tahun lalu FORU membukukan rugi bersih sebesar Rp1,24 miliar.
Di sisi lain, perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp12,99 miliar di kuartal pertama tahun 2023. Angka ini naik 49,94% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,66 miliar.
“Hal ini menandakan bahwa emiten masih on track dan stabil dalam peta jalan pemulihan usahanya,” kata CEO FORU, Ratna Puspitasari dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (21/6/2023).
Posisi aset perseroan juga memperlihatkan capaian yang stabil sejak tahun buku 2021, dengan posisi terakhir Rp51,85 miliar di akhir kuartal I 2023. Capaian tersebut dinilai stabil jika dibandingkan dengan posisi di beberapa tahun sebelumnya.
Adapun, liabilitas FORU tercatat sebesar Rp15,28 miliar dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar Rp14,52 miliar. Meskipun terjadi penurunan kecil, posisi ekuitas juga cukup stabil, mencapai Rp36,56 miliar di akhir Maret 2023, dari sebesar Rp36,64 miliar di akhir tahun buku 2022.
Sebagai agensi komunikasi dan kreatif terkemuka di Indonesia, kata Ratna, FORU berada di garis depan dalam merangkul inovasi dan adaptasi untuk memenuhi tuntutan yang terus berkembang di dunia bisnis. Di era di mana layanan konvensional tidak lagi cukup, perseroan berkomitmen untuk menyediakan solusi bernilai tambah yang besar dan unik kepada kliennya.