Strategi hybrid bank yang dieksekusi oleh BRI ini nyatanya memberikan dampak positif bagi perseroan, di mana saat ini transaksi di kanal digital BRI mencapai 98,5 persen dan sisanya hanya 1,5 persen yang dilakukan di jaringan outlet konvensional.
Oleh karenanya, melalui strategi hybrid bank yang menjadikan layanan BRI semakin luas dan memberikan kemudahan, mendorong bisnis BRI untuk terus tumbuh dan semakin tangguh.
BRI juga telah menyediakan layanan BRIAPI yang menggunakan teknologi Application Programming Interface (API) yang mengintegrasikan data perbankan dengan data yang ada di aplikasi. BRIAPI saat ini sudah memiliki 766 partner per kuartal I-2023.
Pada periode tersebut, kerja sama di BRIAPI menghasilkan Fee-Based Income (FBI) yang meningkat hingga 73,2 persen secara tahunan dengan jumlah transaksi naik sekitar 22,4 persen secara tahunan, mencapai 117,5 juta. Adapun sales volume mencapai Rp111,4 triliun atau naik 18,2 persen secara tahunan.
Dengan strategi jangka panjang yang telah disiapkan secara menyeluruh, Perseroan meyakini mampu menghadapi berbagai tantangan dan peluang kedepan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan men-deliver economic maupun social value bagi seluruh pemangku kepentingan.
(Fitria Dwi Astuti )