Alokasi dividen tersebut setara 55% dari laba tahun 2022 senilai Rp243 Milliar. Pemegang saham menerima dividen Rp35 per lembar saham.
Perseroan telah membuktikan secara konsisten dalam 5 tahun terakhir telah membayarkan dividen kumulatif sebesar Rp444,6 miliar, lebih besar dari nilai valuasi perusahaan ketika IPO di tahun 2017 sebesar Rp150 miliar.
Di samping itu MARK membukukan peningkatan kinerja selama paruh pertama 2023. Permintaan cetakan sarung tangan telah mengalami trend kenaikan sejak kuartal kuartal IV 2022.
Dari laporan kinerja kuartal I 2023 penjualan perseroan naik hampir 50% dibandingkan kuartal sebelumnya, dari Rp87 miliar pada kuartal IV 2022 menjadi Rp130 miliar. Demikian pula laba bersih perseroan naik sebesar 20% dari Rp25 miliar pada kuartal IV 2022 menjadi Rp30 miliar pada kuartal I 2023. Hal ini memperlihatkan bahwa industri sarung tangan secara bertahap menunjukkan rebound di 2023.
(Zuhirna Wulan Dilla)