JAKARTA – LRT Jabodebek akan mulai beroperasi pada 12 Juli 2023. Hal ini apabila berbagai tahapan dinyatakan lulus uji dan memenuhi persyaratan, maka izin operasional segara dikeluarkan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal menyampaikan bahwa LRT Jabodebek sedang tahap pengujian terhadap sarana, prasarana serta sumber daya manusia. Lebih lanjut Risal memaparkan bahwa per Juni 2023, seluruh proses persiapan dan pembangunan LRT Jabodebek telah mencapai 95,09%.
Sebelum diresmikan secara operasional, LRT Jabodebek akan menjalani masa uji coba terlebih dahulu kepada masyarakat pada 12 Juli hingga 17 Agustus 2023. Pada masa uji coba, masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp1.
Berikut fakta-fakta LRT Jabodebek, mulai dari asal usul tujuan hingga tarifnya yang dirangkum Okezone, Minggu (6/7/2023):
1. Asal Usul Kenapa Ada LRT Jabodebek
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam survei mengungkapkan ada 996 ribu kendaraan per hari yang masuk dari luar DKI Jakarta. 31% dari Tangerang, 31% dari Bogor dan Depok serta 38% dari Bekasi.
Tingginya volume kendaraan di jalan tersebut membuat kemacetan parah di Ibu Kota dan kehadiran LRT Jabodebek digadang-gadang mampu mengatasi permasalahan tersebut.
2. Keunikan LRT Jabodebek
LRT Jabodebek berbeda dengan moda trasnportasi berbasis rel pada umumnya seperti MRT, Kereta Rel Listrik (KRL) karena menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3.
Dengan teknologi canggih tersebut, LRT Jabodebek dapat beroperasi tanpa masinis.
3. Besaran Tarif LRT Jabodebek
Besaran tarif LRT Jabodebek akan dikenakan sebesar Rp5.000 untuk jarak terdekat. Sedangkan untuk tarif dari stasiun awal hingga stasiun akhir LRT Jabodebek, penumpang akan dikenakan biaya sebesar Rp20.000 hingga Rp25.000.