JAKARTA - Pemerintah dalam perencanaan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) 2023-2030 akan terus membuka lowongan untuk guru dan tenaga kesehatan. Artinya setiap rekrutmen ASN, guru dan tenaga kesehatan akan selalu ada dan diutamakan.
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas menegaskan, dalam perencanaan kebutuhan ASN 2023-2030, hanya guru dan tenaga kesehatan yang masih diperbolehkan mendapat penambahan formasi secara terus-menerus dalam skema positive growth.
“Dengan rekrutmen ASN yang terus kita terapkan tiap tahun, secara bertahap tenaga non-ASN akan masuk menjadi ASN secara selektif. Misalnya 2023 kita rekrut 572.000 ASN, di mana 80% untuk tenaga non-ASN termasuk Honorer THK-II dan selebihnya pelamar umum. Tahun 2022 rekrut 396.000 PPPK, di mana 90% tenaga non-ASN termasuk Honorer THK-II. Sehingga data 2,3 juta tenaga non-ASN itu perlahan berkurang secara selektif menjadi ASN,” papar Anas, Selasa (8/8/2023).
Sebagai informasi, Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2023 dilakukan pada September 2023. Seleksi CASN kali ini diprioritaskan untuk formasi guru, tenaga kesehatan dan diutamakan untuk tenaga honorer.
Adapun sejumlah arah kebijakan rekrutmen ASN 2023. Pertama, fokus pada pelayanan dasar dengan guru dan tenaga kesehatan menjadi formasi yang paling banyak disediakan.