JAKARTA – Presiden Jokowi dalam pidato kenergaannya kemarin menekankan supaya perusahaan tambang tidak hanya menambang saja di Indonesia. Tapi melakukan keberlanjutan dalam bisnis dan juga lingkungan di sekitar tambang.
Oleh karena itu, korporasi besar harus bertransformasi untuk bervisi sustainability advantage (keunggulan keberlanjutan), bukan sekadar keunggulan komparatif (comparative advantage) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage).
Perusahaan harus menyadari bahwa kegiatan ekstraksi pertambangan sangat penting mendukung aktivitas manusia pada saat ini, tetapi di saat yang bersamaan kegiatan tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.
Ekonom Senior Indef Bustanul Arifin menilai, kepedulian perusahaan swasta besar dalam pelestarian daerah sekitar wilayah operasinya tidak hanya dimaksudkan sekadar berpartisipasi pada program pemerintah, tapi juga untuk perbaikan tingkat kebersaingan (competitiveness) dan keberlanjutan (sustainability) atau kepedulian bagi masa depan generasi mendatang.
“Sejalan dengan tuntutan itu untuk melestarikan lingkungan sekaligus mengekstraksi sumber daya alam, perusahaan pertambangan perlu memprioritaskan praktik yang bertanggung jawab, menggunakan teknologi yang lebih bersih, dan secara aktif terlibat dalam usaha menjaga kestabilan ekologis lingkungan pertambangan,” ujarnya, Sabtu (19/8/2023).
Kebijakan pelestarian alam yang banyak dilakukan dan membutuhkan investasi yang tidak sedikit adalah dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam semua kegiatan operasi pertambangan.
Adapun salah satu perusahaan tambang yang mendukung kebijakan pemerintah adalahPT Vale Indonesia Tbk (INCO). Vale memastikan ekosistem asli tetap terjaga dan menjaga biodiversitas di daerah tambang dengan membangun Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallacea.