Ketiga desa yang menerima bantuan dan dukungan masing-masing mendapatkan pelatihan literasi keuangan dan bantuan dana DPUP dengan nominal rata-rata sebesar Rp.120 juta di setiap desa wisata. Menparekraf Sandiaga berharap bantuan dan dukungan tersebut dapat dimaksimalkan untuk kepentingan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif salah satunya adalah pengembangan sumber daya manusia.
“Selain itu juga peningkatan produk-produk ekonomi kreatif, peningkatan destinasi sehingga kunjungan wisatawan lebih berkualitas dan berkelanjutan” ungkap Menparekraf Sandiaga.
Direktur Akses Pembiayaan, Anggara Hayun Anujuprana menjelaskan harapan dari Kemenparekraf melalui program peningkatan literasi keuangan bagi usaha pariwisata dan ekonomi kreatif ini agar pelaku usaha dapat merencanakan dan mencatat keuangan usaha dengan lebih baik sehingga usahanya siap untuk dipertemukan dan mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan baik perbankan atau non perbankan.
“Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, Kemenparekraf juga memberikan peningkatan kapasitas usaha di desa wisata dalam hal literasi keuangan” ujar Hayun.
Dalam kegiatan ini para peserta yang terdiri dari para perwakilan dari 3 (tiga) desa wisata telah diberikan pemaparan materi oleh Otoritas Jasa Keuangan terkait “Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal dan pengenalan produk layanan jasa keuangan”. Kemudian pada sesi selanjutnya terdapat materi terkait “Perencanaan dan Pencatatan Keuangan bagi UMKM dan Simulasi Pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan Aplikasi SIAPIK”, dan materi “Peer to Peer Lending Solusi Alternatif Pendanaan untuk Pengembangan Bisnis UMKM Parekraf di Desa Wisata” dari Koinworks.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)