Dia melanjutkan, setelah panen musim tanam 1 (MT1), beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Laut belum mulai melakukan pertanaman lagi. Hal ini dikarenakan kendala ketersediaan air yang mengering. "Seperti yang terjadi Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut ini. Tapi sudah dilakukan langkah mitigasi berupa pembuatan Sumur Tanah Dalam/Submersible," ungkap Ali Jamil. Sementara, Ketua Kelompok Tani Makmur, Basuki Rahmat mengatakan, Sumur Tanah Dalam dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan irigasi di musim kemarau apabila sumber air di bagian hulu berkurang, serta jika ada bencana kekeringan seperti saat ini.
"Sehingga diharapkan dengan adanya bantuan Sumur Tanah Dalam/Submersible tersebut dapat dilakukan tanam kembali dengan potensi luasan lebih dari 20 Ha," ujarnya.
Selain itu, di Kabupaten Tanah Laut direncanakan akan dilakukan tanam perdana pada Minggu Pertama bulan September, seluas 20 Ha di Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Lokasi tersebut merupakan daerah rawa lebak dalam yang berdekatan dengan aliran Sungai Maluka, sehingga justru pada saat musim kemarau atau kekeringan seperti sekarang maka lahan rawa bisa dioptimalkan untuk tanam.
(Fitria Dwi Astuti )