Dikatakan Arifin, proyek transmisi Jawa-Sumatera penting dilakukan untuk dapat membangun transmisi yang akan menghubungkan kedua pulau tersebut karena seperti diketahui selama ini Pulau Jawa sering kali mengalami kelebihan (excess) pasokan listrik.
"Yang paling-paling urgent tuh yang mana, misalnya Sumatera Selatan, Sumatera Utara, ya supaya bisa. Jawa kan kelebihan, kita kirim ke Sumatera Selatan. Sumatera Selatan kelebihan kirim ke atas (Sumatera Utara)," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan, pihaknya bersama stakeholder terkait memang sedang dalam proses assesmen secara menyeluruh terkait dampak teknikal maupun komersial.
"Kelihatan Indonesia, PLN stakeholder, ADB, IPP menjadi partner dan potensial donor. Ini dalam suasana keakraban bagaimana kita mencari pemecahan seluruh tantangan dipetakan," terangnya.
"Satu per satu di-address. Tunggu saja kapan bisa diumumkan. Semua kerja di back office dan Kemenkeu jadi leader. Marves lalu ESDM. Juga dari ADB," tukas Darmawan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)