Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bye Batu Bara, 48 PLTU di RI Terapkan Cofiring Biomassa

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 27 November 2025 |15:30 WIB
Bye Batu Bara, 48 PLTU di RI Terapkan Cofiring Biomassa
Bye Batu Bara, 48 PLTU di RI Terapkan Cofiring Biomassa (Foto: PLN EPI)
A
A
A

JAKARTA - Pengembangan bioenergi sebagai pilar transisi energi rendah karbon dipercepat, sekaligus memperluas implementasi cofiring biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

VP Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari menegaskan bahwa cofiring biomassa merupakan solusi transisi energi yang paling siap diterapkan. Mendekati akhir 2025, sebanyak 48 lokasi PLTU telah mengimplementasikan cofiring, menggantikan sebagian batu bara dengan biomassa tanpa perlu membangun pembangkit baru.

“Kontribusinya signifikan. Ada equivalent emission reduction yang diperoleh dari penggantian bahan bakar fosil dengan biomassa", kata Anita di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, potensi biomassa nasional sangat besar mulai dari tandan kosong kelapa sawit, limbah pertanian, kayu hingga residu organik lainnya. Namun, tantangan utama berada pada logistik dan sentralisasi bahan baku. “Raw material tersebar di seluruh Indonesia. Mengumpulkannya tidak mudah karena lokasinya tidak terpusat", jelasnya.

Dari aspek kualitas, tidak semua biomassa dapat langsung digunakan. “Bahan baku berbasis kayu atau cangkang sawit low risk, tetapi biomassa dari pertanian atau sampah termasuk middle to high risk sehingga harus diproses agar setara dengan batubara", papar Anita.

PLN EPI juga menghadapi tantangan transportasi karena biomassa tidak bisa sepenuhnya mengandalkan moda perairan seperti batubara. “Saat rasio cofiring meningkat, ketergantungan pada angkutan darat menimbulkan tantangan tersendiri karena bergantung pada fasilitas umum", ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN EPI telah menyiapkan strategi jangka pendek dan panjang, mulai dari peningkatan kualitas bahan baku, pengembangan aplikasi marketplace biomassa, hingga pembangunan ekosistem rantai pasok berkelanjutan. 

“Untuk keberlanjutan, kita tidak bisa hanya mengandalkan by product. Basis penanaman tetap dibutuhkan untuk menjamin sekuritas pasokan," tegas Anita.

Dia menegaskan pentingnya dukungan regulasi dan sinergi antar stakeholder. “Kita perlu meng unlock potensi bioenergi sebagai pengganti batu bara," katanya.

PLN EPI menegaskan bahwa bioenergi adalah ruang tumbuh baru yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional, menurunkan emisi, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, koperasi, dan industri. Dengan potensi biomassa yang besar, strategi teknologi yang komprehensif, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, Indonesia memiliki kesempatan emas mempercepat lompatan menuju energi hijau.

“PLN EPI mengajak semua mitra untuk bergerak bersama dari limbah menjadi energi, dari biomassa menjadi solusi, dari hari ini menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement